topmdi

Perjalanan Haji – 2

In Haji on November 29, 2007 at 5:26 am

nabawi.jpg

Masjid Nabawi dan Sekitarnya
Jum’at, 7 Januari 2005

Dari Check Point jam 4:00, menunggu pemeriksaan passport masuk Madinah dengan menggigil karena suhu udara sangat dingin, sempat sembahyang Subuh dahulu di Area Check Point sehingga masuk kota Medinah sudah sekitar jam 7:00 pagi.
Kami menginap di Hotel Sanabel dekat Masjidil Nabawi (sekitar 300m saja), kemudian mulai melakukan Shalat Arbain (40 kali shalat berurutan tidak boleh terputus dan lengkap, berjamaah), menurut rencana sih awal Arbain saat Sembahyang Subuh, tetapi saat itu kami masih di Area Check Point sehingga kami mulai start Arbain saat sembahyang Zuhur. Rombongan kami disini sehotel dengan rombongannya Nicky Astria, cuma beda lantai karena kami serombongan ditempatkan dilantai 2 dan mereka kalau tidak salah di lantai 8.
Sama seperti saat di Hotel Hilton Mekah, sejarah berulang kembali dan disini sekamar tetap berempat dengan susunan anggota team yang sama persis seperti di Mekah, kamar kami no 206.
Diluar pagar Mesjid Nabawi banyak sekali orang berjualan saat sebelum atau setelah waktu sembahyang, teriakan “hamsa real – 5 real” bagi jemaah Haji atau yang pernah umroh pasti tidak asing lagi. Banyak juga ditemui orang yang cacat terpotong tangannya, mungkin juga pencuri yang tertangkap dan dipotong tangannya.

Sabtu, 8 Januari 2005

rawdah-1.jpg
Kalau Sembahyang di Masjid Nabawi dan tidak sembahyang di Raudah Riyaad ul Jannah (Taman Syurga) rasanya ya kurang lengkap seperti sayur tanpa garam. Raudah ini tidak terlalu besar dan dulunya merupakan halaman rumah Junjungan kita Nabi Muhammad SAW dan Siti Aisiah, Nabi Muhammad SAW sering berkhotbah ditempat ini dan sembahyang disini sama seperti sembahyang ditaman Syurga karena menurut Nabi Muhammad SAW nantinya Raudah ini merupakan taman di Syurga. Rencananya pagi ini saya dan Pak Ri mau sembahyang di Raudah, cuma ya itu sok yakin sudah tahu dimana Raudah tersebut dan katanya kalau mau cari kesempatan terbaik ya saat pintu Masjid dibuka pagi hari, Saya dan Pak Riyanto bersiap dan kami jalan “santai” sampai di Masjid sudah ada orang. Kami lalu bergerak kedepan terus dan terus tahu-tahu sudah ada didepan Makam Nabi Muhammad SAW dan Raudah kelewatan, saat itu jam 3.15 pagi ya sudah akhirnya kami hanya berdoa didepan makam Nabi Muhammad SAW, Abu Bakar dan Umar sahabat setia beliau. Tempat makam ini gampang ditandai dari luar karena kubahnya yang berwarna hijau (Al Khad’ra) yang dibangun saat pemerintahan Sultan Mahmud dari bahan-bahan dengan kualitas tinggi dan usianya sudah lebih dari 800 tahun..

Minggu, 9 Januari 2005
Dari teman-teman didapat info bahwa Raudah itu warna karpetnya beda dari karpet yang lain agak putih kehijauan, saya dan Pak Ri tidak mau kebablasan lagi, tidak mau melakukan kesalahan yang sama berturut-turut, lha Keledai saja nggak mau apalagi kami, calon Haji hehe dan kami datang ke Masjid Nabawi lebih pagi, jam 2:00 sudah siap berangkat dari hotel terus menunggu didepan pintu samping Masjid.
Suasana sudah ramai dan orang-orang bersiap masuk walau dibatasi tali, seperti mau ikut lomba lari marathon saja. Pas jam 2:30 begitu pintu terbuka begitu juga rombongan orang berebut masuk. Saya dan Pak Ri kembali jalan agak santai, nyimpan sandal dulu kemudian celingak celinguk cari Raudah, eeeh mungkin Allah mendengar Niat kami yang kuat, doa kami terkabul lagi rupanya karena disudut tampak tempat segi empat dengan warna karpet seperti yang dimaksud. Kami lalu menuju kesana, Alhamdulillah masih ada tempat bagi kami untuk sembahyang tahajud, jam menunjukan pukul 2.45 pagi. Akhirnya kami bisa Sembahyang Tahajud juga di Raudah. Pahala sementara tidak dipikirkan karena hak pemberiannya ada pada Nya, Insya Allah.

Senin, 10 Januari 2005

quba.jpgqiblatain-mesjid.jpg

Masjid Quba Masjid Qiblatain

Hari ini hari bebas, hari jalan-jalan, kumpul jam 8:00 didepan Hotel dengan 2 bus besar rombongan kami ziarah ke Jabal Uhud, tempat makam Hamzah (paman Nabi), mesjid Quba, mesjid Quba ini mempunyai keistimewaan dan keutamaan sebagai mesjid pertama yang dibangun oleh Nabi Muhammad SAW dan sembahyang di mesjid ini pahalanya sama dengan 1x Umrah. Kemudian kami ke Pasar Kurma, Mesjid Qiblatain sampai jam 11.45. Mesjid Qiblatain ini terletak di atas sebuah bukit kecil di utara Harrah Wabrah mesjid dimana Nabi Muhamad SAW mendapat perintah merubah arah sholat dari yang tadinya mengarah ke Masjid Aqsa ke Masjid Haram dimana Ka’bah terletak sehingga didalam masjid ini ada 2 tempat Imam, kejadian itu terjadi dibulan Rajab tahun 12H saat solat Zhuhur selesai rakaat kedua.

Selasa 11 Januari 2005
Niat untuk ke raudah lagi dan tahajud disana sudah dicanangkan dari sore hari dengan Pak Ri dan jam 2:15 seperti biasanya kami sudah bergerak ke Masjid Nabawi kemudian menunggu sejenak hingga jam 2:45 pagi Sembahyang Tahajud di Raudah, seperti 2 hari sebelumnya kami bisa mendapatkan tempat yang baik.

Rabu, 12 Januari 2005
Flu dan batuk, banyak mengaso dikamar. Penyakit ini merupaka penyakit umum di Tanah Suci, katanya yang tidak kena cuma Onta saja. Saya termasuk yang terakhir kena flu dan batuk sehingga tidak dikategorikan Onta, yang Alhamdulillah bisa direcover dengan cepat tanpa menggunakan obat medis, Cuma kecap dan kapsul Mahkota Dewa (promosi sedikit gak apa ya).

Kamis, 13 Januari 2005
Udara sangat dingin dipagi hari dan selesai sudah putaran ke 6 saat sembahyang Subuh. Waktu Subuh di Medinah sekitar jam 5:50, langit masih gelap di Medinah. Seharian ini kegiatan tidak banyak hanya waktu setelah sembahyang Magrib saya sengaja menunggu waktu Isya dan tetap tinggal di Mesjid Nabawi, Pak Ri keluar makan bakso dengan mbak Lis, nah saat itu saya mengalami hal yang cukup aneh.

“Saat itu saya sedang mengagumi keindahan mesjid tiba-tiba paha kanan saya ditepuk orang sebelah saya, ketika saya menoleh ada seorang arab tua dengan sorban yang mengajak omong arab … saya bilang saya nggak ngerti artinya eh bapak itu langsung mengambil buku petunjuk Haji dari Dept Agama dan membuka sekenanya lalu saya disuruh baca salah satu ayat. Saya baca ayat tersebut kemudian bapak tua itu melanjutkan zikir. Saya penasaran dan lihat artinya dalam bahasa Indonesia, ternyata artinya “Ya Allah ampunilah dosaku, Ya Allah terimalah Ibadahku”. Saya terpaku beberapa saat karena bapak tadi tidak memilih lagi langsung buka buku dan menyodorkan ke saya tetapi artinya luar biasa dalam. Siapakah beliau …? Saya sembahyang di Masjid Nabi lho .. jangan jangan …”

Jum’at, 14 Januari 2005
Menggunakan waktu sebanyak mungkin untuk beristirahat mengumpulkan tenaga lagi sambil menunggu saat sembahyang Jum’at ke dua di Masjid Nabawi, godaan ngobrol dengan teman-teman sih kuat sekali terutama dari Nasrullah, Imron, Oke dan Zaini. Kalau nggak ingat Acara puncak yaitu Wukuf memerlukan kesehatan yang lebih terjaga, sebaiknya usahakan istirahat cukup agar jangan sampai sakit saat wukuf tiba.

Sabtu, 15 Januari 2005
Hari ini merupakan hari terakhir untuk putaran Arbain dan itu jatuh persis saat sembahyang Subuh, Alhamdulillah kami bisa melakukan itu semua dengan baik walau dengan kondisi badan yang kurang sehat, udara dingin selalu menerpa terutama diwaktu malam, pagi atau saat menjelang Subuh …
Setelah bersiap-siap dan makan siang, jam 14.45 rombongan kami berangkat kembali ke Mekah melanjutkan perjalanan, selamat tinggal Masjid Nabawi yang sangat indah dan luar biasa, makam Nabi Muhammad SAWyang tercinta dan sahabat-sahabatnya, kota Madinah yang indah dan semua pengalaman indah lainnya. Kami akan selalu merindukanmua sepanjang hayat kami.
Kami hendak melakukan ibadah umroh lagi dengan mengambil ihram Miqot di Bier Ali Zulhalifah yang letaknya tidak terlalu jauh dari Madinah kemudian melanjutkan perjalanan kembali menuju Mekah.
Jam 20.15 bus berhenti untuk istirahat sejenak tetapi saya memilih tinggal di bus saja karena udara dingin dan lagi pakai pakaian Ihram banyak bolongnya, bisa masuk angin nih. Sampai dikota Mekah terus kami diarahkan ke Hotel Sofittel sekitar jam 2.15 kami masuk Hotel yang letaknya tidak terlalu jauh dari Masjid Haram (sekitar 150m saja).

  1. yaallah ingin rasanya hati ini datang kerumah junjungan kami nabi besar muhammad saw..berikanlah limpahan rezeki kpdaku,agar disisa hidupku dpt melihat keagunganmu.amin..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: