<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Way Of Muslim</title>
	<atom:link href="http://wayofmuslim.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://wayofmuslim.wordpress.com</link>
	<description>please go to www.wayofmuslim.com</description>
	<lastBuildDate>Tue, 08 Mar 2011 09:57:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='wayofmuslim.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Way Of Muslim</title>
		<link>http://wayofmuslim.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://wayofmuslim.wordpress.com/osd.xml" title="Way Of Muslim" />
	<atom:link rel='hub' href='http://wayofmuslim.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Al Haram</title>
		<link>http://wayofmuslim.wordpress.com/2007/12/02/al-haram/</link>
		<comments>http://wayofmuslim.wordpress.com/2007/12/02/al-haram/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Dec 2007 14:53:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>topmdi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wayofmuslim.wordpress.com/2007/12/02/al-haram/</guid>
		<description><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wayofmuslim.wordpress.com&amp;blog=2044974&amp;post=57&amp;subd=wayofmuslim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://wayofmuslim.files.wordpress.com/2007/12/iap0241.jpg" title="iap0241.jpg"><img src="http://wayofmuslim.files.wordpress.com/2007/12/iap0241.jpg?w=507&#038;h=307" alt="iap0241.jpg" height="307" width="507" /></a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/wayofmuslim.wordpress.com/57/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/wayofmuslim.wordpress.com/57/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wayofmuslim.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wayofmuslim.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wayofmuslim.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wayofmuslim.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wayofmuslim.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wayofmuslim.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wayofmuslim.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wayofmuslim.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wayofmuslim.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wayofmuslim.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wayofmuslim.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wayofmuslim.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wayofmuslim.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wayofmuslim.wordpress.com/57/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wayofmuslim.wordpress.com&amp;blog=2044974&amp;post=57&amp;subd=wayofmuslim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wayofmuslim.wordpress.com/2007/12/02/al-haram/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dd6563d52cd66f9a71b388a56ed1f9ca?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">topmdi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wayofmuslim.files.wordpress.com/2007/12/iap0241.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">iap0241.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Raudah</title>
		<link>http://wayofmuslim.wordpress.com/2007/12/02/raudah/</link>
		<comments>http://wayofmuslim.wordpress.com/2007/12/02/raudah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Dec 2007 13:18:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>topmdi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tempat Suci]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wayofmuslim.wordpress.com/2007/12/02/raudah/</guid>
		<description><![CDATA[RAUDAH (mengenai RAUDAH silahkan dibaca di buku-buku bagaimana sejarahnya, isinya, makbulnya doa disini dll). Yang akan saya ceritakan disini adalah bagaimana sesungguhnya rupa dan tanda-tanda batas Raudah itu, serta bagaimana cara mencarinya 1) Raudah terletak di bagian kiri Selatan masjid, kurang lebih 5 m di belakang Mihrab Imam sholat fardlu Masjid Nabawi. Ciri yang paling [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wayofmuslim.wordpress.com&amp;blog=2044974&amp;post=54&amp;subd=wayofmuslim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><a href="http://wayofmuslim.files.wordpress.com/2007/12/hajj2002_madina_mimber.jpg" title="hajj2002_madina_mimber.jpg"><img src="http://wayofmuslim.files.wordpress.com/2007/12/hajj2002_madina_mimber.jpg?w=470" alt="hajj2002_madina_mimber.jpg" /></a></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:9pt;font-family:'Arial','sans-serif';">RAUDAH</span></strong><span style="font-size:9pt;font-family:'Arial','sans-serif';"> (mengenai RAUDAH silahkan dibaca di buku-buku bagaimana sejarahnya, isinya, makbulnya doa disini dll). Yang akan saya ceritakan disini adalah bagaimana sesungguhnya rupa dan tanda-tanda batas Raudah itu, serta bagaimana cara mencarinya </span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;font-family:'Arial','sans-serif';">1)      Raudah terletak di bagian kiri Selatan masjid, kurang lebih 5 m di belakang Mihrab Imam sholat fardlu Masjid Nabawi. Ciri yang paling gampang dari Raudah adalah warna karpetnya. Warna karpet Raudah putih kehijau-hijauan dan sangat berlainan dengan warna merah tua karpet Masjid Nabawi secara keseluruhan. Raudah secara fisik terletak disebelah kanan dari makam Rasulullah (kalau kita menghadap ke Selatan), ada Mihrab Nabi (dulu Rasulullah selalu jadi Imam di Mihrab ini, sekarang masih dipakai kalau sholat Jumat)), Mimbar Utama (kalau sholat Jumatan mimbar ini masih dipakai ceramah oleh Khatib) dan tangga menuju tempat Muadzin.</span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;font-family:'Arial','sans-serif';">2)      Bagi jemaah pria cara mencarinya gampang-gampang susah (saya pernah kebablasan melewati Raudah tanpa sadar dan tahu-tahu sudah sampai di saf paling depan dari Masjid Nabawi dan itu rupanya saya sudah sampai di depan makam Rasulullah. Ini gara-gara miskin informasi tapi sok tahu). Berikut ini cara menuju Raudah (khusus bagi jemaah pria),<br />
Masuk dari pintu Utama (arah Utara) – pintu King Fahd terus lurus sampai melihat tangga Muadzin baru cari karpet putih. Cara ini hanya bisa dilakukan pada saat Masjid Nabawi baru dibuka sekitar jam 2.30 pagi, kalau siang hari statistik mengatakan 95% akan sulit mencapai Raudah karena sudah penuh sesak dengan jemaah. khususnya sekitar radius 25 dari Raudah. Lupakan menuju Raudah dengan cara ini pada waktu menjelang Subuh sampai selesai Isya, tapi kalau mau nekat dan Allah swt berkenan ya bisa saja, tapi dzikirnya harus kuat sebelumnya.<br />
Masuk dari pintu Babu Salam, pintu Masjid Nabawi paling Selatan tapi sebelah kanan. Begitu lewat pintu langsung belok kiri terus lurus sampai ketemu tangga Muadzin dan warna karpet putih. Cara masuk dari pintu ini sangat tidak disarankan kapanpun waktunya, karena disamping berdesak-desakan, antreannya puanjang dan luama, alih-alih anda tidak bisa sholat arbain lengkap gara-gara antri mau ke Raudah. Tapi kalau YMK menghendaki anda bisa ke Raudah dengan cara ini ya bagaimana lagi…, jangan lupa sujud syukur.<br />
Masuk dari pintu An Nisa &#8211; pintu ini juga digunakan oleh jemaah wanita pada jam kunjungan khusus ke Raudah), pintu Masjid Nabawi tengah bagian kiri tapi harus lewat main hall dulu untuk bisa sampai ke pintu ini atau lewat dari arah makam Baqi (selatan).<br />
Setelah masuk kurang lebih 5-10 m di sebelah kiri anda bisa lihat satu daerah yang diberi lantai kayu agak naik sekitar 60 cm dan dindingnya mirip perpustakaan, banyak Al Quran disusun rapih di rak-rak (persis di belakang rak itu dulunya adalah rumah Nabi dan Siti Aisyah, sekarang adalah lokasi makam Rasulullah- tempat itu dulu dipakai Rasulullah untuk sholat Tahajjud dan mihrabnya disebut Mihrab Tahajjud). Anda jalan lurus begitu ketemu pagar pendek yang membatasi lokasi lantai kayu maka disebelah kiri anda sudah bisa melihat karpet putih dan itulah Raudah. Cara masuk seperti ini kelihatannya gampang tapi cuman pagi jam 2.30 saja, sore hari pintu An Nisa selalu tidak bisa diakses meskipun dibuka karena tempat selalu penuh dengan jemaah pria yang antri menuju Raudah.<br />
Masuk dari (kalau tidak salah nama) pintu Al Usman (dari arah Selatan). Petunjuk mencarinya : Masuk dari gerbang utama – dari arah hotel Hilton &#8211; terus belok kanan mengitari Masjid </span><span style="font-size:9pt;font-family:'Arial','sans-serif';">Nabawi  dari arah Barat lewat bagian untuk sholat wanita wing Barat terus sampai belokan pertama arah belakang maka anda akan ketemu pintu ini disebelah kiri anda. Jika masuk dari pintu AL Usman ini maka langsung belok kanan terus lewat main hall, persis ditengah-tengah masjid belok kanan menuju arah mimbar Imam dan lihat disamping kiri apakah tangga muadzin sudah kelihatan, nah persis dibawah tangga Muadzin inilah ada karpet warna putih kehijauan artinya anda sudah sampai di batas kanan Raudah. Jika anda ingin memakai cara ini datanglah jam 2.30 pagi meskipun pintu masih tertutup tapi pasti sudah banyak orang yang berkerumun disitu menunggu pintu dibuka. Biasanya orang akan berlarian seperti dikejar anjing galak atau lomba lari 100m menuju Raudah begitu pintu dibuka, tapi dengan jalan cepat Insya Allah anda masih akan dapat tempat yang enak dan bisa khusuk sholat diarea Raudah.</span><span style="font-size:9pt;font-family:'Arial','sans-serif';"> </span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;font-family:'Arial','sans-serif';">Tips memanfaatkan Raudah</span><span style="font-size:9pt;font-family:'Arial','sans-serif';"><br />
Meskipun sangat dianjurkan untuk beribadah di Raudah tetapi beberapa hal yang perlu diingat oleh kita semua yaitu</span><span style="font-size:9pt;font-family:'Arial','sans-serif';"></span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;font-family:'Arial','sans-serif';">1.      Sama seperti halnya mencium Hajar Aswad di Ka’bah, ibadah di Raudah adalah Sunnah (biarpun pahala dan doa kita sangat makbul), jadi buat apa kita berdesak-desakan saling dorong, saling jepit, saling sikut, saling injak dan akhirnya berkelahi hanya sekedar untuk bisa sampai ke Raudah yang pada akhirnya menambah dosa dan ibadah kita menjadi tidak diterima. Bahkan beberapa orang mengatakan kepada saya, ya Massjid Nabawi ini semuanya adalah Raudah, Rasulullah akan selalu membalas salam dan menyapa kita ketika kita masuk masjid dan doa kita akan dikabulkan oleh Allah.</span><span style="font-size:9pt;font-family:'Arial','sans-serif';"></span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;font-family:'Arial','sans-serif';">2.      Jangan blok Raudah sampai lama, ingat bahwa masih banyak orang yang juga ingin ibadah dan berdoa disini. Setelah anda selesai ibadah dan doa anda, bergantianlah atau berikan tempat anda kepada orang yang sedang menunggu giliran (kalau perlu jagain dia selama dia sholat dan berdoa – situasi di Raudah sangat rawan karena himpitan atau terinjak-injak, harapannya disamping anda masih bisa menambah doa sambil berdiri, anda Insya Allah diberi tambahan pahala karena memberi tempat dan melindungi orang yang beribadah). </span><span style="font-size:9pt;font-family:'Arial','sans-serif';"></span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;font-family:'Arial','sans-serif';">Suatu ketika saya pernah bicara dengan seorang jemaah dari Indonesia, dia bilang kalau bapak sudah sampai Raudah usahakan jangan keluar-keluar lagi kecuali kepengin kebelakang, kalau perlu puasa (maksudnya dari Subuh sampai masjid tutup jam 10 malam nggak makan dan minum), saya pribadi kok tidak setuju dengan saran ini. Kelihatannya ini egois sekali mengingat ribuan orang diluar Raudah antri dan berdesak-desakan untuk bisa dapat kesempatan berdoa dan sholat di Raudah sementara kita ngeblok tempat seenaknya.</span><span style="font-size:9pt;font-family:'Arial','sans-serif';"></span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;font-family:'Arial','sans-serif';">3.      Bagi jemaah wanita, kunjungan ke Raudah ada jam khusus. Meskipun demikian istri saya bilang hanya Raudah limited yang bisa dikunjungi. Raudah Limited itu cuman dari samping makam Rasulullah sampai batas mimbar utama, padahal dari pinggiran mimbar utama sampai kaki tangga Muadzin (batas luar kanan Raudah) menurut perkiraan saya masih ada 5 m lagi. Bagi jemaah wanita khususnya dari Indonesia, biasanya mendapat perlakuan khusus dari Askar, mereka dikelompokkan dalam group besar khusus untuk orang-orang yang berbadan kecil (jemaah Asia Tenggara) dan biasanya mendapat kesempatan yang terpisah dari jemaah wanita yang berbadan besaaar&#8230; (jemaah Turki, Afrika, India dll). Manfaatkanlah kesempatan ini, karena ini sangat aman dan Insya Allah anda bisa khusuk beribadah dan berdoa. Tetapi jika group besar untuk badan kecil sudah tidak ada, coba gabung sama grup Turki, mereka biasanya baik-baik dan mau melindungi jemaah wanita yang badannya kecil, anda akan dimasukkan ketengah group mereka (biarpun mereka tidak bisa bahasa Inggris tetapi mereka sangat ramah).</span><span style="font-size:9pt;font-family:'Arial','sans-serif';"></span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;font-family:'Arial','sans-serif';">4.      Jemaah pria dan wanita dari Indonesia yang berbadan rata-rata kecil, sangat-sangat saya sarankan untuk tidak memotong atau melawan arus pada saat mau masuk atau keluar dari Raudah, apalagi ikutan himpit-himpitan dan mencoba bergandengan dalam grup. Ini sangat berbahaya karena jika ketemu gandengan grup yang badannya lebih besar dan kuat kita pasti terpelanting dan resikonya adalah terinjak-injak. Ingat disamping beribadah kita kan juga perlu memikirkan keselamatan diri agar bisa pulang ke Indonesia dengan selamat dan menjadi Haji yang mabrur, minimal bisa menularkan tips and tricks ini kepada calon jemaah lain yang belum pernah berhaji. Jika terpaksa berhimpit-himpitan carilah jemaah lain yang badannya tinggi besar, posisikan dia di depan anda dan pegang bahunya (mereka pasti tidak marah) bikin formasi kayak kita main kereta-keretaan atau ular-ularan jaman kita kecil dulu. Usahakan kedua tangan selalu dalam posisi di atas, kenapa demikian ? karena kalau kita ada apa-apa orang disebelah kita siapapun dia akan gampang narik tangan kita untuk penyelamatan. 90% jemaah pada prinsipnya selalu mau membantu jemaah lain yang sedang kesulitan tanpa memandang siapa dia&#8230; Dan tentu saja kalau anda banyak menolong orang dan berbaik hati pada sesama jemaah (siapapun dia) pasti bayarannya kontan – anda akan banyak ditolong dan diberi kemudahaan oleh orang lain.</span><span style="font-size:9pt;font-family:'Arial','sans-serif';"></span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;font-family:'Arial','sans-serif';">5.      Percaya atau tidak percaya kalau anda berniat atau berdoa sebaiknya jangan dibuat main-main atau kasih batasan, contoh : Niatnya cuman sholat Tahiyattul Masjid 2 rakaat di Raudah dan berdoa saja, tetapi mentang-mentang Raudah kosong terus nambah sholat yang panjang dan duduk-duduk disitu sampai lama, nanti biasanya pas kita selesai sholat 2 rakaat dan doa, pasti mulai buanyak gangguannya, ada yang mepet kita, ada yang melangkahin kita, kepala ketendang, kejatuhan sandal orang dll yang menyebabkan kita tidak khusuk bahkan resiko terburuk keinjak-injak. Oleh karena itu kalau anda berniat berbuat, beribadah atau berdoa di Raudah dan sudah menyelesaikannya maka sebaiknya berikanlah tempat anda kepada orang lain yang sedang mengantri, kecuali kalau sudah keburu masuk sholat fardlu.</span><span style="font-size:9pt;font-family:'Arial','sans-serif';"></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/wayofmuslim.wordpress.com/54/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/wayofmuslim.wordpress.com/54/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wayofmuslim.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wayofmuslim.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wayofmuslim.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wayofmuslim.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wayofmuslim.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wayofmuslim.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wayofmuslim.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wayofmuslim.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wayofmuslim.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wayofmuslim.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wayofmuslim.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wayofmuslim.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wayofmuslim.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wayofmuslim.wordpress.com/54/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wayofmuslim.wordpress.com&amp;blog=2044974&amp;post=54&amp;subd=wayofmuslim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wayofmuslim.wordpress.com/2007/12/02/raudah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dd6563d52cd66f9a71b388a56ed1f9ca?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">topmdi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wayofmuslim.files.wordpress.com/2007/12/hajj2002_madina_mimber.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">hajj2002_madina_mimber.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Muslim dan Masjid di Polandia</title>
		<link>http://wayofmuslim.wordpress.com/2007/12/02/masjid-di-polandia/</link>
		<comments>http://wayofmuslim.wordpress.com/2007/12/02/masjid-di-polandia/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Dec 2007 04:22:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>topmdi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Masjid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wayofmuslim.wordpress.com/2007/12/02/masjid-di-polandia/</guid>
		<description><![CDATA[Di Polandia tak gampang menemukan masjid. Maklum, hampir semua warga negara Eropa itu non-Muslim. Dari 38,6 juta warga Polandia, sekitar 96 persen di antaranya beragama Katolik Roma. Di sana, Islam termasuk agama minoritas bersama Kristen Protestan, Katolik Ortodoks, dan Yahudi. &#8220;Kami seharusnya sudah punya masjid raya. Sarana ibadah itu mestinya sudah selesai dibangun pada 1991, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wayofmuslim.wordpress.com&amp;blog=2044974&amp;post=52&amp;subd=wayofmuslim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://wayofmuslim.files.wordpress.com/2007/12/poland-mosque.gif" title="poland-mosque.gif"><img src="http://wayofmuslim.files.wordpress.com/2007/12/poland-mosque.gif?w=470" alt="poland-mosque.gif" /></a></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><font face="Georgia" size="2"></p>
<p align="justify">Di Polandia tak gampang menemukan masjid. Maklum, hampir semua  warga negara Eropa itu non-Muslim. Dari 38,6 juta warga Polandia, sekitar 96  persen di antaranya beragama Katolik Roma. Di sana, Islam termasuk agama  minoritas bersama Kristen Protestan, Katolik Ortodoks, dan Yahudi.</p>
<p align="justify">&#8220;Kami seharusnya sudah punya masjid raya. Sarana ibadah itu  mestinya sudah selesai dibangun pada 1991, hasil rancangan seorang arsitek  Polandia,&#8221; kata Emir Poplawski, Ketua Asosiasi Masyarakat Muslim Warsawa.</p>
<p align="justify">Sayang, proyek pembangunan masjid itu batal. &#8220;Satu negara Arab  yang berjanji akan jadi sponsor tak kunjung mengucurkan dana yang diperlukan,&#8221;  ujar Poplawski saat dijumpai di Warsawa, pertengahan Desember 2006.</p>
<p align="justify">Poplawski terpaksa harus puas dengan masjidnya yang sekarang,  yang awalnya adalah bangunan biasa yang dibeli secara swadana. Gedung di Jalan  Wiertnicza itu dialihfungsikan menjadi masjid sejak lima tahun silam.</p>
<p align="justify">Sebagai satu-satunya fasilitas yang dimiliki organisasi  keagamaan yang dipimpin Poplawski, masjid yang berada di pinggiran Warsawa itu  juga menjadi tempat dilakukan berbagai kegiatan sosial dan pendidikan Islam. Ia  juga menjadi semacam pusat informasi tentang Islam. Di sana pula Poplawski  berkantor, di salah satu ruangan di lantai atas.</p>
<p align="justify">&#8220;Setiap hari Sabtu di sini diselenggarakan kegiatan pendidikan  Al Quran bagi anak-anak perempuan,&#8221; tutur Poplawski. &#8220;Kami juga sering mendapat  kunjungan dari para siswa sekolah Katolik yang meminta diberi penjelasan tentang  Islam,&#8221; tuturnya menjelaskan.</p>
<p align="justify">Menurut Poplawski, warga Muslim di Warsawa dan di Polandia  umumnya tak pernah memiliki masalah serius dengan umat mayoritas Katolik maupun  dengan kelompok agama lain. &#8220;Kami bebas beribadah dan menjalankan berbagai  kewajiban lain sebagai umat Islam. Tak ada larangan, tekanan, apalagi  diskriminasi,&#8221; kata Poplawski.</p>
<p align="justify">Sementara di sejumlah negara Eropa kini tengah terjadi proses  penipisan toleransi terhadap kaum Muslim sebagai dampak peristiwa serangan teror  11 September 2001 di New York dan Washington (yang menewaskan hampir 3.000  orang), di Polandia kehadiran kaum Muslim tetap disambut baik. Mereka diberi  hak-hak yang sama dengan warga negara dari golongan lain.</p>
<p align="justify">Pernyataan Poplawski dibenarkan Marcin Przeciszewski, Direktur  Pers Badan Informasi Katolik Polandia. &#8220;Tidak ada ketegangan antara Gereja  Katolik dan kelompok-kelompok agama lain mana pun,&#8221; kata Przeciszewski yang  mewakili Gereja Katolik.</p>
<p align="justify">Menurut Przeciszewski, bangsa Polandia pada dasarnya adalah  bangsa yang toleran. &#8220;Di sini dialog antar-agama terus berlangsung. Dialog  dilakukan melalui apa yang disebut dengan Dewan Muslim-Kristen,&#8221; katanya.</p>
<p align="justify">Badan-badan serupa lainnya, katanya lagi, juga ada, termasuk  Dewan Muslim-Yahudi, yang bertujuan terus mengembangkan toleransi antar-agama.</p>
<p align="justify">&#8220;Dalam konstitusi Polandia, sama sekali tak ada aturan yang  membatasi kebebasan umat Islam. Bahkan, jika umat Islam ingin agar simbol-simbol  agama Islam juga diperagakan di sekolah-sekolah, hal itu mungkin saja  dilakukan,&#8221; kata Przeciszewski lagi. &#8220;Akan tetapi, sampai sekarang belum ada  pihak yang mengajukan usulan itu.&#8221;</p>
<p align="justify"><strong>Warisan suku Tatar</strong></p>
<p align="justify">Islam pertama kali dibawa ke Polandia antara abad ke-14 dan  ke-17 oleh berbagai puak suku Tatar yang bermigrasi ke wilayah persemakmuran  Polandia-Lituania. Mereka datang dari wilayah Gerombolan Emas (Golden Horde),  kerajaan yang dibangun pada abad ke-13 oleh Batu Khan, cucu Jengis Khan,  penguasa Tatar yang sohor itu.</p>
<p align="justify">Orang China sering menyebut suku Tatar yang menjadi tentara  Batu Khan sebagai orang-orang Mongolia. Soalnya, waktu itu, meski sebagian besar  prajurit Tatar berasal dari Turki, para perwiranya kebanyakan orang Mongolia.</p>
<p align="justify">Kelompok-kelompok Tatar datang ke Polandia-Lituania atas  undangan para bangsawan Lituania, yang terkesan pada kehebatan mereka sebagai  prajurit tempur. Itu sebabnya, banyak orang Tatar yang kemudian dianugerahi  status kebangsawanan, tradisi yang baru dihapus saat tamatnya riwayat negara  persemakmuran Polandia-Lituania, abad ke-18.</p>
<p align="justify">Sebagai imbalan atas kesediaan bergabung dalam bala tentara  Polandia-Lituania, diaspora Tatar diberi kebebasan mempertahankan kebudayaan,  adat kebiasaan, dan, terutama, agama Islam aliran Sunni yang mereka peluk.  Berdasarkan Konstitusi Mei 1791, kaum minoritas Tatar juga berhak menempatkan  wakil mereka di sejm alias parlemen.</p>
<p align="justify">Di zaman Kerajaan Polandia-Lituania, para lelaki Tatar bahkan  diperbolehkan menikahi perempuan Polandia beragama Katolik Roma atau Ortodoks,  tanpa harus beralih keyakinan agama.</p>
<p align="justify">Meski berasal dari golongan minoritas, kehadiran warga  keturunan Tatar cukup mencolok dalam angkatan bersenjata Kerajaan  Polandia-Lituania. Dalam masyarakat Polandia masa kini keberadaan mereka juga  dikenal luas karena adanya para sastrawan dan akademisi ternama Polandia yang  berdarah Tatar.</p>
<p align="justify">Sekarang ini diperkirakan ada 3.000 warga keturunan Tatar di  Polandia. Salah satunya adalah Emir Poplawski. &#8220;Saya ini masih keturunan  orang-orang Tatar yang membawa Islam untuk pertama kali ke Polandia,&#8221; katanya.</p>
<p align="justify">Sebagian keturunan Tatar tinggal di Desa Bohoniki dan  Kruszyniani di Polandia timur laut. Sisanya tinggal tersebar di berbagai kota.  Pada awal 1990-an dikabarkan juga ada komunitas kecil imigran asal Polandia  berdarah Tatar di Brooklyn, New York, Amerika Serikat, tempat mereka mendirikan  sebuah masjid yang masih berfungsi hingga hari ini.</p>
<p align="justify">Sejak 1970-an, masyarakat Muslim Polandia tumbuh dengan adanya  kaum imigran baru. Mereka adalah para mahasiswa dari sejumlah negara berbahasa  Arab di Timur Tengah dan Afrika yang berorientasi politik sosialis. Sebagian  kemudian memutuskan menetap di Polandia. Di samping warga keturunan Tatar,  mereka inilah yang juga mendirikan mushala atau masjid di sejumlah kota, seperti  di Warsawa, Bialystok, Gdansk, Wroclaw, Lublin, dan Poznan.</p>
<p align="justify">Seiring dengan runtuhnya komunisme pada 1989, kelompok-kelompok  imigran Muslim lain juga mulai berdatangan ke Polandia. Mereka terutama berasal  dari Turki dan bekas Yugoslavia. Kelompok-kelompok yang lebih kecil ada pula  yang berasal dari Pakistan, Afganistan, dan Chechnya.</p>
<p align="justify">Populasi kaum Muslim di Polandia saat ini tak diketahui dengan  pasti karena agama tak ditanyakan dalam pelaksanaan sensus nasional terakhir,  tahun 2002. Namun, diperkirakan, di seluruh Polandia terdapat 30.000 pemeluk  Islam, dengan 3.000 sampai 5.000 di antaranya adalah keturunan Tatar.</p>
<p></font></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/wayofmuslim.wordpress.com/52/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/wayofmuslim.wordpress.com/52/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wayofmuslim.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wayofmuslim.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wayofmuslim.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wayofmuslim.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wayofmuslim.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wayofmuslim.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wayofmuslim.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wayofmuslim.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wayofmuslim.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wayofmuslim.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wayofmuslim.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wayofmuslim.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wayofmuslim.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wayofmuslim.wordpress.com/52/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wayofmuslim.wordpress.com&amp;blog=2044974&amp;post=52&amp;subd=wayofmuslim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wayofmuslim.wordpress.com/2007/12/02/masjid-di-polandia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dd6563d52cd66f9a71b388a56ed1f9ca?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">topmdi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wayofmuslim.files.wordpress.com/2007/12/poland-mosque.gif" medium="image">
			<media:title type="html">poland-mosque.gif</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Makam Rasulullah</title>
		<link>http://wayofmuslim.wordpress.com/2007/12/02/makam-rasulullah/</link>
		<comments>http://wayofmuslim.wordpress.com/2007/12/02/makam-rasulullah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Dec 2007 00:58:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>topmdi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tempat Suci]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wayofmuslim.wordpress.com/2007/12/02/makam-rasulullah/</guid>
		<description><![CDATA[Setelah anda selesai beribadah dan berdoa di Raudah, hanya jemaah pria saja yang bisa langsung keluar menuju arah Selatan (mimbar Imam yang sekarang) dan belok kiri langsung arah ke pintu Al Baqi maka anda akan ketemu makam Rasulullah di sebelah kiri anda. Disitu ada bangunan warna hijau dengan banyak sekali ornamen dari emas dan pasti [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wayofmuslim.wordpress.com&amp;blog=2044974&amp;post=50&amp;subd=wayofmuslim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial','sans-serif';">Setelah anda selesai beribadah dan berdoa di Raudah, hanya jemaah pria saja yang bisa langsung keluar menuju arah Selatan (mimbar Imam yang sekarang) dan belok kiri langsung arah ke pintu Al Baqi maka anda akan ketemu makam Rasulullah di sebelah kiri anda.</span><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial','sans-serif';"><br />
Disitu ada bangunan warna hijau dengan banyak sekali ornamen dari emas dan pasti banyak jemaah berkerumun disitu. Daerah itu juga pasti banyak Askar yang menjaganya baik yang pakai baju coklat atau yang berpakaian Arab dengan kafiyeh khas Arab. Bangunan makam Rasulullah terdiri dari 3 blok, jika anda menghadap ke arah Utara membelakangi Kiblat maka kotak yang paling kiri adalah kosong, sedang yang tengah dengan hiasan khas Bulatan Besar dari emas diikuti oleh 2 Bulatan Kecil juga dari emas maka itu adalah makam Rasulullah. Bulatan Besar menunjukkan simbol makam Rasulullah, Bulatan Kecil ditengah Abu Bakar as Siddiq dan Bulatan Kecil paling kanan adalah Umar bin Chattab. Kotak paling kanan adalah bangunan kosong, konon tadinya mau dipakai sebagai makam Siti Aisyah tetapi tidak jadi karena Siti Aisyah kalau tidak salah dimakamkan di makam Al Baqi.</span><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial','sans-serif';"><br />
Berhentilah sejenak di depan makam Rasulullah sampaikan doa salam bagi beliau setelah selesai geser 2 langkah ke kanan doa salam kepada Abu Bakar as Siddiq kemudian geser lagi 2 langkah ke kanan doa salam kepada Umar bin Chattab, setelah itu sampaikan doa titipan dari semua teman yang ingin menyampaikan salam kepada Rasulullah. Persis di depan makam Rasulullah ada tiang masjid yang besar, berlindunglah disitu selama anda berdoa, di dekat tiang ini anda bisa berdiri agak lama karena terlindung dari arus orang yang hilir mudik sepanjang lorong itu. Biasanya anda akan diusir oleh Askar kalau terlalu lama diam disitu apalagi anda mengusap-usap dinding makam dll mereka akan marah dan mengatakan itu syirik.</span><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial','sans-serif';"></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/wayofmuslim.wordpress.com/50/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/wayofmuslim.wordpress.com/50/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wayofmuslim.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wayofmuslim.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wayofmuslim.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wayofmuslim.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wayofmuslim.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wayofmuslim.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wayofmuslim.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wayofmuslim.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wayofmuslim.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wayofmuslim.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wayofmuslim.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wayofmuslim.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wayofmuslim.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wayofmuslim.wordpress.com/50/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wayofmuslim.wordpress.com&amp;blog=2044974&amp;post=50&amp;subd=wayofmuslim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wayofmuslim.wordpress.com/2007/12/02/makam-rasulullah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dd6563d52cd66f9a71b388a56ed1f9ca?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">topmdi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Umroh dari Madinah</title>
		<link>http://wayofmuslim.wordpress.com/2007/12/02/umroh-dari-madinah/</link>
		<comments>http://wayofmuslim.wordpress.com/2007/12/02/umroh-dari-madinah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Dec 2007 00:36:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>topmdi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umroh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wayofmuslim.wordpress.com/2007/12/02/umroh-dari-madinah/</guid>
		<description><![CDATA[Berumrah dari Madinah al Munawaroh adalah mengikuti jejak Rasulullah untuk melakukan ibadah umrah dari Madinah ketika beliau sudah menjadi penduduk Madinah al Munawaroh. Prosedur keluar dari Madinah al Munawaroh sama dengan proses ketika kita masuk yaitu melewati Pilgrim Service Center, tapi prosesnya disini lebih cepat dari waktu datang. Kira-kira cuman makan waktu 30 menit sudah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wayofmuslim.wordpress.com&amp;blog=2044974&amp;post=49&amp;subd=wayofmuslim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial','sans-serif';">Berumrah dari Madinah al Munawaroh adalah mengikuti jejak Rasulullah untuk melakukan ibadah umrah dari Madinah ketika beliau sudah menjadi penduduk Madinah al Munawaroh.</span><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial','sans-serif';"></span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial','sans-serif';">Prosedur keluar dari Madinah al Munawaroh sama dengan proses ketika kita masuk yaitu melewati Pilgrim Service Center, tapi prosesnya disini lebih cepat dari waktu datang. Kira-kira cuman makan waktu 30 menit sudah selesai, Insya Allah.</span><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial','sans-serif';"></span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial','sans-serif';">Umrah dari Madinah al Munawaroh biasanya dimulai dengan berIhram dari hotel, tetapi baru mengambil Miqatnya di Masjid Bier Ul Ali (Bier Ul Ali artinya sumur milik Ali – sejarahnya tanah disini sangat subur karena ada sumber air sumur yang melimpah dan oleh saudagar Ali yang sangat kaya pada waktu itu, tanah dan daerah ini dibeli dan diberikan kepada umat Islam)</span><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial','sans-serif';"></span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial','sans-serif';">Masjid Bier Ul Ali cukup besar dan modern dengan lokasi tempat di atas bukit dan mempunyai fasilitas kamar mandi dan kamar kecil yang cukup bagus. Pemandangan sekelilingnya sangat bagus, yang membawa kamera bisa berfoto-foto dengan latar belakang pemandangan yang bagus. Disini bagi yang belum berpakaian Ihram bisa mandi dan ganti pakaian Ihram, selanjutnya sholat Ihram dan niat Umrah. Begitu rangkaian niat Ihram selesai, maka anda sudah langsung terikat dengan seluruh larangan Ihram dan anda dalam keadaan suci, hindari larangan Ihram secara tidak sengaja misalnya cuci tangan pakai sabun, merokok (katanya di dalam rokok ada aroma yang disamakan dengan minyak wangi) dll jangan lupa lho dam (dendanya) lumayan – 60 real = 150.000 rupiah – kan sayang lebih baik buat makan bakso atau beli Abaya.</span><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial','sans-serif';"></span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial','sans-serif';">Perjalanan ke Makkah al Mukaromah cukup jauh seperti telah dijelaskan diatas dan usahakan istirahat yang cukup, kalau tidak bisa tidur di bus ya baca doa dan Talbiyah supaya perjalanan kita selamat selalu dilindungi oleh Allah YMK .</span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial','sans-serif';">[tulisan RGO].</span><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial','sans-serif';"></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/wayofmuslim.wordpress.com/49/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/wayofmuslim.wordpress.com/49/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wayofmuslim.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wayofmuslim.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wayofmuslim.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wayofmuslim.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wayofmuslim.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wayofmuslim.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wayofmuslim.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wayofmuslim.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wayofmuslim.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wayofmuslim.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wayofmuslim.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wayofmuslim.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wayofmuslim.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wayofmuslim.wordpress.com/49/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wayofmuslim.wordpress.com&amp;blog=2044974&amp;post=49&amp;subd=wayofmuslim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wayofmuslim.wordpress.com/2007/12/02/umroh-dari-madinah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dd6563d52cd66f9a71b388a56ed1f9ca?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">topmdi</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
